Laba Bersih PT TKDN Tbk. Tahun 2022 Melesat 130% Usai IPO, Spektakuler!

[vc_row type=”in_container” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” scene_position=”center” text_color=”dark” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none”][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” column_element_spacing=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][vc_column_text]Jakarta – PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (PT TKDN) merilis hasil audit laporan keuangan tahunan 2022 pasca sukses mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret lalu.

 

Berdasarkan audit laporan keuangan 2022 tersebut, PT TKDN mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp15,34 miliar, atau melesat 130% dibandingkan dengan laba tahun 2021 sebesar Rp6,68 miliar.

 

Laba bersih itu diperoleh setelah perseroan berhasil meraih pendapatan bersih Rp107,52 miliar, meningkat 136% dari pendapatan 2021 senilai Rp45,63 miliar. Sebagian besar pendapatan diperoleh dari penjualan perangkat keras Internet of Things (IoT) manajemen transportasi sebesar Rp68,35 miliar atau 64% dari total pendapatan, ditambah dengan pendapatan dari jasa layanan Software as a Service (SaaS) sebesar Rp39,16 miliar.

 

Presiden Direktur PT TKDN David Santoso mengatakan perseroan mampu mencatatkan kinerja keuangan yang cukup impresif pada tahun lalu di tengah pandemi COVID-19. Hasil positif ini pun menjadi modal bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis di tahun ini.

 

“Kami akan terus melakukan pengembangan sistem yang sejalan dengan ekspansi yang akan dimulai secara bertahap mulai kuartal 2 tahun ini. Kami meyakini segmen bisnis yang kami garap yakni sistem informasi berbasis telematika dan IoT untuk pengembangan smart city mempunyai potensi besar di Indonesia,” kata David.

 

Sementara itu, sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Keuangan PT TKDN, Rudy Budiman Setiawan, neraca keuangan perusahaan juga mengalami peningkatan performa, yakni Total Aset perusahaan per Desember 2022 mencapai Rp85,74 miliar atau meningkat 64% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp52,19 miliar. Total kewajiban perusahaan di Desember 2022 sebesar Rp23,25 miliar dari sebelumnya Rp23,61 miliar pada Desember 2021. Ekuitas perusahaan tercatat naik 119% yakni mencapai Rp62,49 miliar dari sebelumnya Rp28,58 miliar.

 

“Dengan kondisi ini, rasio utang perusahaan juga sangat terjaga dengan tingkat debt to equity ratio (DER) di level 0,37 kali. Ini mencerminkan kemampuan pengelolaan utang perusahaan yang masih terkendali”, ujar Rudy.

 

Lebih lanjut, David mengungkapkan, salah satu proyek strategis yang akan digarap perseroan dalam waktu dekat adalah kerja sama dengan kota-kota besar di Indonesia untuk mengimplementasikan Smart Parking atau parkir digital di jalan raya dan Intelligent Traffic Control System (ITCS) yang dilengkapi dengan Teknologi AI Digital Twinning 3D Generasi ke-5 untuk dipasang di beberapa persimpangan.

 

“Sistem ini mampu mendeteksi penumpukan kendaraan saat terjadi antrian di lampu merah dan menyesuaikan lampu lalu lintas sesuai dengan padatnya arus kendaraan di setiap ruas jalan sehingga penumpukan kendaraan di lampu merah dapat dihindari,” jelas David.

 

Sebagai informasi, PT TKDN sudah mengantongi dana IPO Rp135 miliar dari IPO di BEI dengan melepas sebanyak 750.000.000 saham baru atau 25,42% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga perdana Rp180 per saham.

 

Sebanyak 30% dana IPO digunakan untuk belanja modal dalam bentuk penambahan areal operasional yang berlokasi di Jawa Barat. Sementara itu, sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, terdiri dari biaya operasional proyek pekerjaan pengembangan smart city dan business solution provider untuk sektor transportasi di berbagai kota di Indonesia.

 

Selanjutnya, dana juga akan digunakan untuk biaya tenaga kerja dan pembelian bahan baku produk serta pengembangan segmen distribusi penjualan produk dan layanan melalui jalur Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

 

***

 

 

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.

Teknologi Karya Digital Nusa (TKDN) adalah perusahaan teknologi dengan bisnis utama yakni di bidang pemrograman komputer, konsultasi dan perancangan internet of things (IoT) dan computer, dan manajemen fasilitas komputer lainnya. TKDN mulai beroperasi secara komersial pada 2015. Pada 8 Maret 2023 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham TRON setelah menawarkan sebanyak 750.000.000 saham kepada publik dengan harga penawaran Rp 180 per saham.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp